Undangan dari Tuhan (bertemu
Dewi Anjani)
Berangkat
ke Gunung yang menjadi salah satu tujuan terbanyak para pendaki seperti Gunung
Rinjani menjadi mimpi bagiku. Apalagi saya yang memiliki tanggung jawab sebagai
seorang mahasiswa di salah satu PTN di Bandung dan menggunakan uang beasiswa
guna kuliah disana. Sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk berkunjung keluar
pulau jawa guna bertemu “Dewi Anjani”. Meski saya pribadi memang suka untuk
mendaki gunung dan berpetualang, karena bagiku saat kita berpetualang kita akan
menemukan hal baru serta keindahan, dan saya mengartikan “sesuatu yang baru dan
indah adalah suatu keajaiban”.
Saya
ingat waktu awal bulan September 2014 teman-teman saya dari ITB mengajak saya
untuk bisa ikut mendaki bersama ke Gunung Rinjani pada akhir tahun, tapi bagiku
itu hal yang sulit untuk saya tolak tapi disisi lain saya juga harus memikirkan
darimana uang untuk pergi kesana. Tidak heran kalau saya berkata tidak pada
ajakan mereka. Tapi selang waktu berjalan, pertolongan Tuhan atau undangan dari
Tuhan datang. Seorang teman yang magang disalah satu redio menawari saya
pekerjaan untuk membuat video dari salah satu artis cilik. Senang tidak
kepalang saya, karena imbalannya bisa jadi ongkos untuk saya bisa berkunjung ke
Gunung Rinjani.
Seketika
saya menghubungi teman yang mengajak ke Rinjani untuk memberitahukan kalau saya
bisa ikut. Langsung saja dia mencari tiket pesawat melalui Traveloka menuju
Lombok. Jujur sebelumnya saya belum pernah bepergian dengan pesawat terbang,
dan yang saya bayangkan untuk membeli tiket pesawat ribet dan mahal. Tapi
dengan Traveloka kekhawatiran saya terbantahkan, setelah mendengar penjelasan
teman tentang Traveloka saya baru tahu membeli tiket tidak harus mahal, karena
Traveloka memiliki Fitur best price finder dimana kita bisa memilih harga
penerbangan termurah, jadi waktu itu kita pilih penerbangan dari Jawa Timur
menuju Lombok karena itu yang murah dan terlebih di Jawa Timur ada teman kita
yang kuliah di sana jadi sekalian menemui teman lama.
Singkat
cerita akhirnya saya ikut untuk berkunjung ke Gunung Rinjani bersama teman saya
anak ITB, Muhammad Syarifudin dan Widyanto Wibowo. Inilah yang saya sebut
sebagai undangan Tuhan untuk berkunjung ke Rinjani. Kami bertiga berangkat naik
tanggal 28 Desember 2014 dari Semabalun, dan yang membuat ini menjadi luar
biasa adalah pada tanggal itu juga saya dilahirkan, jadi bertepatan dengan
ulang tahun saya perjalanan menuju puncak Rinjani pun dimulai. Awal perjalan ke
tempat yang luar biasa di umur yang baru pula, sungguh istimewa.
Perjalanan
pendakian kami bertiga dihari itu berakhir di Pelawangan Sembalun, dimana kami
memutuskan mendirikan tenda sembari beristirahat guna menuju puncak esok
harinya. Pemandangan yang luar biasa, dimana kami dihadapkan dengan Segara Anak
di depan tenda serta lautan bintang diatas kami, begitu luar biasanya.
Keesokan
harinya, tepatnya 29 Desember 2014 kurang lebih pukul 04.30 WITA, kami bersiap
untuk menuju puncak Rinjani yang menjadi titik tujuan kami. Setelah perjalan
berlangsung kurang lebih 3 jam saat kami sudah melintasi punggung gunung, badai
pun datang menghadang. Semua orang disuruh turun tanpa kecuali karena cuaca
tidak memungkinkan untuk menuju puncak, disamping anginnya yang kencang juga
embun yang sedikit berubah menjadi butiran es. Untung saja saya menggunakan
perlengkapan gunung lengkap yang memang saya beli khusus untuk “menghadiri
undangan Tuhan” dan juga menghadapi situasi seperti ini saat di gunung Rinjani.
Dengan peralatan gunung lengkap ini saya tetap merasa nyaman dan hangat walau
pun angin yang bertiup cukup kencang. Awalnya saya juga ingin turun, tetapi dua
rekan saya begitu keras kepala untuk tetap menuju puncak. Atas dasar kekerasan
kepala mereka untuk tetap berjalan melawan badai, saya pun semakin bersemangat.
Akhirnya kami pelan-pelan berlindung di belakang batu besar untuk menuju
puncak.. Saat kami terus berjalan, secerca harapan datang dari cahaya yang
terlihat dari langit menandakan cuaca mulai membaik. Perjalan kami pun berujung
di titik dimana kami impikan untuk mencapainya,yaitu puncak Rinjani. Puncak
Rinjani merupakan hadiah ulang tahun dari Tuhan yang sangat istimewa. Terimaksih
Traveloka sudah membawa saya menghadiri undangan dari Tuhan di Puncak Rinjani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar