Kamis, 23 November 2017


Undangan dari Tuhan (bertemu Dewi Anjani)
Berangkat ke Gunung yang menjadi salah satu tujuan terbanyak para pendaki seperti Gunung Rinjani menjadi mimpi bagiku. Apalagi saya yang memiliki tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa di salah satu PTN di Bandung dan menggunakan uang beasiswa guna kuliah disana. Sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk berkunjung keluar pulau jawa guna bertemu “Dewi Anjani”. Meski saya pribadi memang suka untuk mendaki gunung dan berpetualang, karena bagiku saat kita berpetualang kita akan menemukan hal baru serta keindahan, dan saya mengartikan “sesuatu yang baru dan indah adalah suatu keajaiban”.
Saya ingat waktu awal bulan September 2014 teman-teman saya dari ITB mengajak saya untuk bisa ikut mendaki bersama ke Gunung Rinjani pada akhir tahun, tapi bagiku itu hal yang sulit untuk saya tolak tapi disisi lain saya juga harus memikirkan darimana uang untuk pergi kesana. Tidak heran kalau saya berkata tidak pada ajakan mereka. Tapi selang waktu berjalan, pertolongan Tuhan atau undangan dari Tuhan datang. Seorang teman yang magang disalah satu redio menawari saya pekerjaan untuk membuat video dari salah satu artis cilik. Senang tidak kepalang saya, karena imbalannya bisa jadi ongkos untuk saya bisa berkunjung ke Gunung Rinjani.
Seketika saya menghubungi teman yang mengajak ke Rinjani untuk memberitahukan kalau saya bisa ikut. Langsung saja dia mencari tiket pesawat melalui Traveloka menuju Lombok. Jujur sebelumnya saya belum pernah bepergian dengan pesawat terbang, dan yang saya bayangkan untuk membeli tiket pesawat ribet dan mahal. Tapi dengan Traveloka kekhawatiran saya terbantahkan, setelah mendengar penjelasan teman tentang Traveloka saya baru tahu membeli tiket tidak harus mahal, karena Traveloka memiliki Fitur best price finder dimana kita bisa memilih harga penerbangan termurah, jadi waktu itu kita pilih penerbangan dari Jawa Timur menuju Lombok karena itu yang murah dan terlebih di Jawa Timur ada teman kita yang kuliah di sana jadi sekalian menemui teman lama.
Singkat cerita akhirnya saya ikut untuk berkunjung ke Gunung Rinjani bersama teman saya anak ITB, Muhammad Syarifudin dan Widyanto Wibowo. Inilah yang saya sebut sebagai undangan Tuhan untuk berkunjung ke Rinjani. Kami bertiga berangkat naik tanggal 28 Desember 2014 dari Semabalun, dan yang membuat ini menjadi luar biasa adalah pada tanggal itu juga saya dilahirkan, jadi bertepatan dengan ulang tahun saya perjalanan menuju puncak Rinjani pun dimulai. Awal perjalan ke tempat yang luar biasa di umur yang baru pula, sungguh istimewa.
Perjalanan pendakian kami bertiga dihari itu berakhir di Pelawangan Sembalun, dimana kami memutuskan mendirikan tenda sembari beristirahat guna menuju puncak esok harinya. Pemandangan yang luar biasa, dimana kami dihadapkan dengan Segara Anak di depan tenda serta lautan bintang diatas kami, begitu luar biasanya.

Keesokan harinya, tepatnya 29 Desember 2014 kurang lebih pukul 04.30 WITA, kami bersiap untuk menuju puncak Rinjani yang menjadi titik tujuan kami. Setelah perjalan berlangsung kurang lebih 3 jam saat kami sudah melintasi punggung gunung, badai pun datang menghadang. Semua orang disuruh turun tanpa kecuali karena cuaca tidak memungkinkan untuk menuju puncak, disamping anginnya yang kencang juga embun yang sedikit berubah menjadi butiran es. Untung saja saya menggunakan perlengkapan gunung lengkap yang memang saya beli khusus untuk “menghadiri undangan Tuhan” dan juga menghadapi situasi seperti ini saat di gunung Rinjani. Dengan peralatan gunung lengkap ini saya tetap merasa nyaman dan hangat walau pun angin yang bertiup cukup kencang. Awalnya saya juga ingin turun, tetapi dua rekan saya begitu keras kepala untuk tetap menuju puncak. Atas dasar kekerasan kepala mereka untuk tetap berjalan melawan badai, saya pun semakin bersemangat. Akhirnya kami pelan-pelan berlindung di belakang batu besar untuk menuju puncak.. Saat kami terus berjalan, secerca harapan datang dari cahaya yang terlihat dari langit menandakan cuaca mulai membaik. Perjalan kami pun berujung di titik dimana kami impikan untuk mencapainya,yaitu puncak Rinjani. Puncak Rinjani merupakan hadiah ulang tahun dari Tuhan yang sangat istimewa. Terimaksih Traveloka sudah membawa saya menghadiri undangan dari Tuhan di Puncak Rinjani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar